<strong>Jakarta, ID </strong>- <a href="https://infodigital.co.id/rukita-hadirkan-coliving-di-makassar-dan-surabaya/"><strong>PT Rukita Bhinneka Indonesia (Rukita)</strong></a>, pionir manajemen aset dan penyedia hunian <em>coliving </em>modern di Indonesia, membuktikan komitmen keberlanjutan dengan mencatat intensitas karbon rata-rata sebesar 13,1 kgCO₂ per meter persegi. Angka tersebut tidak hanya 11% lebih rendah dari tolak ukur nasional, tetapi juga 77% lebih rendah dibandingkan standar global. Pencapaian ini membawa Rukita terpilih dalam publikasi bergengsi <a href="https://indonesiagcn.org/impact-stories">‘Impact Story 2025’</a> oleh UN Global Compact Network Indonesia (IGCN). Dalam laporan tersebut, Rukita menonjol sebagai satu-satunya perusahaan <em>coliving </em>dari Indonesia yang aksi nyatanya diakui telah mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Rukita bersanding dengan raksasa industri nasional, antara lain Sinar Mas Land, Pertamina, dan Wijaya Karya (WIKA) sebagai salah satu dari 38 perusahaan terpilih dari total 179 anggota IGCN. “Terpilihnya Rukita dalam Impact Story 2025 merupakan validasi penting bagi model bisnis kami,” ungkap CEO & <em>Founder </em>Rukita Sabrina Soewatdy, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Kamis (7/5/2026). Menurut dia, Rukita terbukti berhasil menyediakan hunian berkualitas tinggi di perkotaan yang berjalan selaras dengan tanggung jawab lingkungan. “Inovasi tersebut tidak hanya memberikan dampak positif bagi bumi, tetapi juga menciptakan nilai investasi jangka panjang yang stabil bagi para mitra pemilik properti kami,” tuturnya. <strong>Standar Baru Hunian </strong> Pencapaian itu pun didukung oleh proyek percontohan Rukita Askara Tanah Abang yang mencatatkan intensitas karbon sangat rendah, yakni hanya 9,37 kgCO₂/m². Selain karbon, Rukita berhasil menghemat konsumsi air harian hingga 147 liter per orang, lebih efisien dari rata-rata nasional (161 liter) maupun global (150 liter). Keberhasilan tersebut merupakan buah dari aksi kolektif (<em>collective action</em>) seluruh ekosistem Rukita, mulai dari komitmen para pemilik properti (<em>landlords</em>), gaya hidup ramah lingkungan para penghuni (r<em>ukees</em>), hingga dedikasi tim operasional di lapangan. Dalam hal efisiensi energi, Rukita pun sudah menggunakan 100% lampu LED hemat energi di seluruh unit dan pemanfaatan energi terbarukan lewat integrasi pemanas air tenaga surya di 22% portofolio. Begitu juga, Rukita menerapkan teknologi operasional untuk memantau penggunaan sumber daya secara <em>real-time </em>guna menekan jejak karbon tanpa mengurangi kenyamanan penghuni. <strong>Berbanding Kinerja Bisnis</strong> Selain itu, Rukita membuktikan bahwa komitmen terhadap lingkungan berbanding lurus dengan kinerja bisnis. Melalui audit emisi karbon yang transparan (Lingkup 1, 2, dan 3), Rukita memastikan setiap langkah efisiensi berdampak pada operasional yang lebih sehat. “Pencapaian ini membuktikan bahwa efisiensi karbon dan profitabilitas bisnis bukan merupakan dua hal yang terpisah,” tutur Sabrina. Di Rukita, lanjut dia, pihaknya mengintegrasikan teknologi hijau bukan hanya untuk menjaga bumi, tetapi untuk memastikan aset para mitra pemilik properti tetap relevan, efisien, dan memiliki daya saing tinggi di pasar masa depan. Sejak bergabung dengan United Nations Global Compact pada Juli 2025, Rukita pun terus memperkuat kerangka kerja ESG perusahaan dengan mengadopsi praktik terbaik global melalui jaringan IGCN. Langkah tersebut memposisikan Rukita di garis depan generasi baru perusahaan properti yang mengukur inovasi tidak hanya dari pertumbuhan, tetapi juga dari kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan. (bdm)
Rukita Sukses Tekan Intensitas Karbon 77%
Kamis 07-05-2026,14:00 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 08-10-2026,12:51 WIB
Meta Perluas Pengawasan AI, Orang Tua Bisa Lihat Topik yang Ditanyakan Remaja
Kamis 08-10-2026,10:10 WIB
Pemberantasan Judi Online Tak Cukup Hapus Konten, Pemerintah Bidik Hingga Aliran Dananya
Kamis 08-10-2026,17:00 WIB
YouTube Jadi Platform Video Tepercaya di Indonesia, Ini Alasannya
Kamis 08-10-2026,15:00 WIB
Galaxy Tab S12 Series di RI Dibanderol Rp23-27 Jutaan
Terkini
Kamis 08-10-2026,17:00 WIB
YouTube Jadi Platform Video Tepercaya di Indonesia, Ini Alasannya
Kamis 08-10-2026,15:00 WIB
Galaxy Tab S12 Series di RI Dibanderol Rp23-27 Jutaan
Kamis 08-10-2026,12:51 WIB
Meta Perluas Pengawasan AI, Orang Tua Bisa Lihat Topik yang Ditanyakan Remaja
Kamis 08-10-2026,10:10 WIB
Pemberantasan Judi Online Tak Cukup Hapus Konten, Pemerintah Bidik Hingga Aliran Dananya
Selasa 06-10-2026,10:29 WIB