Lebih 1 Juta Rekening Bank Diretas

Jumat 17-04-2026,11:30 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID - </strong>Kaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi sekuriti siber asal Rusia, mendeteksi lebih dari 1 juta <a href="https://infodigital.co.id/pencurian-data-bank-di-ponsel-naik-3-kali-lipat/"><strong>akun perbankan</strong></a> <em>online</em> pada 100 bank terbesar telah diretas dan jadi korban <em>infostealer</em>. Kredensial yang diretas untuk <a href="https://infodigital.co.id/masyarakat-jabodetabek-gunakan-2-3-apliksi-bank/"><strong>akun-akun bank</strong></a> di dunia tersebut dibagikan secara bebas di <em>dark web</em>. Negara-negara dengan jumlah rata-rata akun yang diretas per bank tertinggi adalah India, Spanyol, dan Brasil. <em>Infostealer</em> merupakan jenis perangkat lunak perusak (<em>malware</em>) yang dirancang khusus untuk menyusup ke perangkat pengguna dan mencuri informasi sensitif secara diam-diam. <em>Malware</em> bekerja dengan cara mengambil data pribadi lalu mengirimkannya ke server peretas. Selain itu, telah terjadi perubahan tren mulai tahun lalu, ancaman siber finansial  bergeser ke arah pencurian kredensial dan penggunaan kembali data. Penjahat siber sudah beralih dari <em>malware</em> perbankan PC tradisional dan makin mengandalkan rekayasa sosial dan pasar <em>dark web</em>. Sementara itu, <em>malware</em> finansial seluler terus berkembang. Polina Tretyak, analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence, mengatakan, <em>dark web</em> kini telah menjadi pusat utama kejahatan siber finansial. “Kredensial dan kartu perbankan yang dicuri <em>infostealer</em> dikumpulkan, dikemas ulang, dan dijual di sana. Sedangkan perangkat <em>phishing</em> yang ditargetkan pada pengguna produk finansial ditawarkan sebagai layanan siap pakai,” ujar Polina, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Jumat (17/4/2026). Hal tersebut pun telah menciptakan ekosistem berkelanjutan di mana pencurian data dan operasi penipuan saling menguatkan satu sama lain, sehingga membuat serangan dapat diskalakan dan mudah dilakukan oleh penipu dengan pengalaman minimal. “Memutus siklus ini membutuhkan intelijen ancaman proaktif dari pihak organisasi, dan peningkatan kesadaran serta pengawasan dari pengguna individu,” imbuhnya. <strong><em>Phishing</em></strong><strong> Finansial</strong> Dalam ulasannya, Polina menjelaskan, <em>phishing</em> finansial tradisional belum hilang. Halaman yang meniru toko <em>online</em> masih mendominasi lanskap <em>phishing</em> finansial (48,5% pada 2025, naik 10,3% dari tahun 2024). Hal itu diikuti oleh perbankan (26,1% tahun 2025, turun 16,5% dari tahun 2024) dan sistem pembayaran (25,5% pada 2025, naik 6,2% dari tahun 2024). Penurunan serangan <em>phishing</em> perbankan mungkin menunjukkan bahwa layanannya semakin sulit untuk dipalsukan, sehingga para penipu beralih ke cara yang lebih mudah untuk mengakses keuangan pengguna. Para penyerang juga menyesuaikan kampanye mereka dengan kebiasaan digital regional. Di Timur Tengah, serangan <em>phishing</em> finansial sebagian besar terkonsentrasi pada <em>e-commerce</em> (85,8%), menunjukkan ketergantungan yang besar pada umpan ritel <em>online</em>. Di sisi lain, di Afrika, serangan <em>phishing</em> terkait perbankan mendominasi (53,75%), yang mungkin menunjukkan bahwa keamanan akun pengguna di sana masih belum memadai. Di Amerika Latin menunjukkan distribusi yang lebih seimbang, tetapi, dengan pangsa <em>e-commerce </em>(46,3%) dan penargetan bank (42,25%) yang lebih tinggi Sementara itu, Asia-Pasifik dan Eropa menunjukkan penyebaran yang lebih merata di ketiga kategori tersebut, menunjukkan strategi serangan yang beragam. <strong><em>Malware</em></strong><strong> Finansial</strong> Masih pada 2025, penurunan jumlah pengguna yang terdampak <em>malware </em>finansial pada PC terus berlanjut karena pengguna makin bergantung pada perangkat seluler untuk mengelola keuangan. Hal itu kontras dengan <em>malware</em> perbankan pada PC, serangan perbankan seluler meningkat 1,5 kali lipat tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. <strong>Ancaman Finansial dan <em>Dark Web</em></strong> Sebagai pelengkap <em>malware</em> keuangan tradisional, <em>infostealer</em> memainkan peran penting dalam memungkinkan kejahatan siber finansial baik di PC maupun perangkat seluler. Mereka mengumpulkan kredensial <em>login, cookie,</em> nomor kartu perbankan, frasa kunci aset kripto, dan data pengisian otomatis dari<em> browser</em> dan aplikasi, yang kemudian digunakan penyerang untuk pengambilalihan akun atau penipuan perbankan langsung. Data Kaspersky menunjukkan lonjakan deteksi <em>infostealer</em> (naik 59% secara global di PC dari tahun 2024 hingga 2025), yang memicu serangan berbasis kredensial. Kawasan Asia-Pasifik bahkan menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal ini, yaitu mencapai 132%. (bdm) <strong>Jumlah Akun Bank Diretas Tahun 2025</strong> <table> <tbody> <tr> <td width="200"><strong>No</strong></td> <td width="200"><strong>Negara</strong></td> <td width="200"><strong>Jumlah Akun</strong></td> </tr> <tr> <td width="200">1.</td> <td width="200">India</td> <td width="200">149.917</td> </tr> <tr> <td width="200">2.</td> <td width="200">Spanyol</td> <td width="200">44.625</td> </tr> <tr> <td width="200">3.</td> <td width="200">Brasil</td> <td width="200">22.783</td> </tr> <tr> <td width="200">4.</td> <td width="200">Kanada</td> <td width="200">7.930</td> </tr> <tr> <td width="200">5.</td> <td width="200">AS</td> <td width="200">7.929</td> </tr> <tr> <td width="200">6.</td> <td width="200">Inggris Raya</td> <td width="200">5.741</td> </tr> <tr> <td width="200">7.</td> <td width="200">Italia</td> <td width="200">5.068</td> </tr> <tr> <td width="200">8.</td> <td width="200">Prancis</td> <td width="200">3.612</td> </tr> <tr> <td width="200">9.</td> <td width="200">Korea Selatan</td> <td width="200">3.288</td> </tr> <tr> <td width="200">10.</td> <td width="200">Australia</td> <td width="200">2.870</td> </tr> </tbody> </table> <strong>Sumber: Kaspersky, April 2026</strong>

Tags :
Kategori :

Terkait