Stunting Action Hub Telkom Jangkau 1.231 Anak

Sabtu 28-02-2026,10:00 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID - <a href="https://infodigital.co.id/telkom-tanam-mangrove-di-pesisir-semarang/">PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk</a></strong> mengintegrasikan 1.231 anak ke Stunting Action Hub, program untuk mengatasi <a href="https://infodigital.co.id/telkom-kenalkan-solusi-stuntinghub/"><strong>masalah tubuh pendek (<em>stunting</em>)</strong></a> di Tanah Air sepanjang 2025. Telkom mengambil langkah konkret dalam mendukung percepatan penurunan angka <em>stunting</em> melalui program intervensi gizi terpadu yang dilaksanakan di sembilan provinsi di Indonesia pada Januari–Desember 2025. Sebagai perusahaan <em>digital telco</em> terdepan, Telkom memadukan pendekatan bantuan fisik dengan pemanfaatan teknologi melalui kehadiran platform digital Stunting Action Hub. <em>SGM Social Responsibility</em> Telkom Hery Susanto menyampaikan bahwa pendekatan berbasis data menjadi elemen penting dalam memastikan keberhasilan program tersebut. Telkom memandang bahwa penanganan masalah <em>stunting</em> tidak hanya memerlukan bantuan logistik, tetapi juga penguatan ekosistem data yang terintegrasi. “Melalui Stunting Action Hub, kami berupaya memastikan setiap intervensi yang diberikan dapat terpantau secara terukur dan <em>real-time</em>,” ujar Hery, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Sabtu (28/2/2026). Sinergi antara bantuan fisik dan inovasi digital disebutnya merupakan kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan sekaligus menunjukkan komitmen Telkom bahwa teknologi harus hadir untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang paling mendasar. Program tersebut sebenarnya menjangkau total 3.169 anak sebagai bagian dari kontribusi Telkom terhadap target nasional penurunan <em>stunting</em> sekaligus memperkuat fondasi kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. Dari total 3.169 anak penerima manfaat, sebanyak 1.231 anak telah terintegrasi ke dalam sistem digital Stunting Action Hub. Platform tersebut memungkinkan pencatatan dan pemantauan parameter pertumbuhan, seperti tinggi badan, berat badan, serta status gizi anak secara terstruktur dan berkelanjutan, sehingga proses evaluasi intervensi dapat dilakukan secara lebih presisi. <strong>TJSL di 9 Provinsi </strong> Sementara itu, program intervensi gizi Telkom untuk <em>stunting</em> dilaksanakan di sembilan provinsi, yakni Lampung, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan. Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah guna memastikan distribusi bantuan nutrisi dan pendampingan berjalan efektif serta tepat sasaran. Program merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (<em>Sustainable Development</em> Goals/SDGs) poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Melalui sinergi intervensi gizi dan digitalisasi data kesehatan, Telkom terus mendorong praktik penanggulangan <em>stunting</em> yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan sebagai kontribusi nyata dalam membangun generasi masa depan Indonesia yang sehat dan berdaya saing. <em>Stunting</em> menjadi masalah penting untuk segera diatasi. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi <em>stunting</em> nasional berada pada angka 21,5%, yang berarti satu dari lima balita di Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan. Pemerintah pun menargetkan penurunan angka <em>stunting</em> hingga 14% sebagai bagian dari agenda prioritas pembangunan kesehatan. Tantangan tersebut tidak hanya memerlukan intervensi nutrisi yang tepat, tetapi juga sistem pendataan yang akurat dan terintegrasi agar setiap upaya yang dilakukan dapat terukur dan berkelanjutan. (bdm)

Tags :
Kategori :

Terkait