Pendanaan Startup Indonesia Paling Terpuruk

Minggu 28-09-2025,14:04 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID </strong>- Laporan DealStreetAsia dan Kickstart Ventures menyebutkan, <a href="https://infodigital.co.id/pendanaan-startup-di-asia-tenggara-dan-indonesia-di-titik-terendah/"><strong>pendanaan (<em>funding</em>) bagi perusahaan rintisan berbasis teknologi (<em>startup</em>)</strong></a> di kawasan Asia Tenggara, termasuk <a href="https://infodigital.co.id/jumlah-startup-indonesia-bertambah-355/"><strong>Indonesia</strong></a>, mencapai titik terendah dan paling terpuruk pada semester I-2025. Negara Indonesia, meskipun punya basis konsumen terbesar di Asia Tenggara, sedang mengalami penurunan momentum. Pada semester I-2025, nilai pendanaan ke <em>startup</em> hanya US$0,08 miliar dari 34 trassaksi pendanaan. Aktivitas transaksi pendanaan tetap sebanyak 34, tetapi nilai pendanaan anjlok 66,7% menjadi hanya US$78,5 juta atau dibulatkan US$0,08 miliar pada paruh pertama 2025 dibandingkan semester sama tahun sebelumnya US$0,24 miliar atau sekitar US$ 240 jutaan. “Angka tersebut menandai rekor terendah pendanaan di Tanah Air, dan untuk pertama kalinya, tertinggal di belakang Filipina yang  <em>startup</em>-nya mengumpulkan US$86,4 juta (dibulatkan US$0,09 miliar) pada periode tersebut (semester I-2025),” ungkap DealStreetAsia dan Kickstart Ventures, dalam risetnya, dkutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Minggu (28/9/2025). Sementara itu, Vietnam menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mencatat pertumbuhan volume pendanaan, meningkat dari 17 transaksi pada semester II-2024 menjadi 23 transaksi pada semester terakhir I-2025. Peningkatan tersebut pun menghasilkan pendanaan <em>startup</em> di Vietnam sebesar US$275 juta (US$0,28 miliar) pada semester I-2025, naik 168,7% dari semester sama tahun sebelumnya US$0,10 miliar. Malaysia juga mencatat peningkatan jumlah transaksi mencapai US$196 juta atau US$0,19 miliar dari 24 pendanaan pada semester I-2025 dari semester yang sama tahun sebelumnya US$98 juta (US$0,09 miliar) dari 34 pendanaan. Di sisi lain, negara kota Singapura mempertahankan posisinya sebagai pusat penggalangan dana di Asia Tenggara, meraih hampir dua pertiga dari total pendanaan <em>startup</em> pada semester I-2025. Walau begitu, Singapura tetap mencatat semester terlemahnya dalam hal volume dan nilai transaksi pendanaan, dengan 129 transaksi, menurun 12,8% dari semester sebelumnya dan turun 43,7% secara tahunan. Negara Singa tersebut mencatat nilai pendanaan US$1,21 miliar pada semester I-2025, turun dari semester II-2024 masih US$1,49 miliar, dan US$1,61 miliar pada semester I-2024. <strong>Pendanaan di Indonesia</strong> Sementara itu, DealStreetAsia dan Kickstart Ventures mencatat, rendahnya pendanaan <em>startup</em> di Indonesia hanya US$78,5 juta karena terdapat pendanaan pada <em>startup</em> level awal (<em>entry-stage</em>) dan tak ada untuk <em>startup</em> level tahap akhir/matang (<em>late-stage</em>). “Semester (semester I-2025) tanpa pendanaan <em>startup</em> level <em>late-stage</em> di Indonesia terjadi pertama kali dalam periode 10 tahun lebih terakhir,” jelas   DealStreetAsia dan Kickstart Ventures. Mayoritas mencapai 33,3% juga merupakan pendanaan <em>startup</em> dengan nilai hanya berkisar US$1-2,5 juta, kedua berkisar US$5-10 juta yang berkontribusi 25% terhadap total pendanaan, dan ketiga, US$2,5-5 juta berkontribusi 16,7%. Ada pun tiga besar <em>startup</em> di Tanah Air yang mendapatkan pendanaan terdiri atas Brik (<em>e-commerce</em>) Seri A US$10 juta, Se’ Indonesia (<em>food and beverage</em>) Seri A US$9,7 juta, dan Rekosistem (<em>green tech</em>) Seri A US$ 7 juta. (dmm) <strong>Pendanaan Startup di Indonesia </strong> <table> <tbody> <tr> <td width="180"><strong>Periode</strong></td> <td width="236"><strong>Pendanaan (US$ Miliar)</strong></td> <td width="208"><strong>Jumlah Transaksi </strong></td> </tr> <tr> <td width="180">Semester I-2021</td> <td width="236">3,99</td> <td width="208">96</td> </tr> <tr> <td width="180">Semester II-2021</td> <td width="236">5,45</td> <td width="208">115</td> </tr> <tr> <td width="180">Semester I-2022</td> <td width="236">2,51</td> <td width="208">144</td> </tr> <tr> <td width="180">Semester II-2022</td> <td width="236">1,13</td> <td width="208">109</td> </tr> <tr> <td width="180">Semester I-2023</td> <td width="236">0,69</td> <td width="208">68</td> </tr> <tr> <td width="180">Semester II-2023</td> <td width="236">0,59</td> <td width="208">60</td> </tr> <tr> <td width="180">Semester I-2024</td> <td width="236">0,20</td> <td width="208">51</td> </tr> <tr> <td width="180">Semester II-2024</td> <td width="236">0,24</td> <td width="208">34</td> </tr> <tr> <td width="180">Semester I-2025</td> <td width="236">0,08</td> <td width="208">34</td> </tr> </tbody> </table> <strong>Sumber: DealStreetAsia dan Kickstart Ventures, September 2025</strong> <strong>10 Besar Pendanaan <em>Startup</em> RI</strong> <table> <tbody> <tr> <td width="48"><strong>No</strong></td> <td width="126"><strong>Startup</strong></td> <td width="138"><strong>Pendanaan</strong></td> <td width="120"><strong>Nilai US$ Juta</strong></td> <td width="192"><strong>Bisnis</strong></td> </tr> <tr> <td width="48">1.</td> <td width="126">Brik</td> <td width="138">Seri A</td> <td width="120">10 juta</td> <td width="192">E-commerce</td> </tr> <tr> <td width="48">2.</td> <td width="126">Se'Indonesia</td> <td width="138">Seri A</td> <td width="120">9,7 juta</td> <td width="192">Food &amp; beverage</td> </tr> <tr> <td width="48">3.</td> <td width="126">Rekosistem</td> <td width="138">Seri A</td> <td width="120">7 juta</td> <td width="192">Greentech</td> </tr> <tr> <td width="48">4.</td> <td width="126">Eratani</td> <td width="138">Seri A</td> <td width="120">6,2 juta</td> <td width="192">Agritech</td> </tr> <tr> <td width="48">5.</td> <td width="126">SkorLife</td> <td width="138">Seed</td> <td width="120">6,2 juta</td> <td width="192">Fintech</td> </tr> <tr> <td width="48">6.</td> <td width="126">Ringkas</td> <td width="138">Pra-Seri A</td> <td width="120">5,1 juta</td> <td width="192">Proptech</td> </tr> <tr> <td width="48">7.</td> <td width="126">Bythen</td> <td width="138">Seed</td> <td width="120">5 juta</td> <td width="192">Design &amp; Animation</td> </tr> <tr> <td width="48">8.</td> <td width="126">Populix</td> <td width="138">Seri B</td> <td width="120">4,3 juta</td> <td width="192">General services</td> </tr> <tr> <td width="48">9.</td> <td width="126">Elevarm</td> <td width="138">Pra-Seri A</td> <td width="120">4,3 juta</td> <td width="192">Agritech</td> </tr> <tr> <td width="48">10.</td> <td width="126">OnlinePajak</td> <td width="138">Venture - Unclassified</td> <td width="120">2,8 juta</td> <td width="192">Regtech</td> </tr> </tbody> </table> <strong>Sumber: DealStreetAsia dan Kickstart Ventures, September 2025</strong> &nbsp;

Tags :
Kategori :

Terkait