Mayoritas Orang RI Tak Suka Ganti Password

Selasa 12-08-2025,10:30 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - Survei terbaru <a href="https://infodigital.co.id/internet-jangkau-8066-populasi-indonesia/"><strong>Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)</strong></a> menyimpulkan bahwa mayoritas orang Indonesia (RI) tak suka dan jarang mengganti <a href="https://infodigital.co.id/16-miliar-password-bocor-vida-ajak-beralih-ke-tanpa-password/"><strong>kata kunci (<em>password</em>)</strong></a> guna menjaga keamanan akun digital yang dimilikinya. <em>Password/passcode</em> merupakan kumpulan karakter yang digunakan oleh pengguna jaringan  atau sistem operasi yang mendukung banyak pengguna (<em>multiuser</em>) untuk memverifikasi identitas dirinya kepada sistem keamanan yang dimiliki oleh jaringan atau sistem tersebut. Hal itu merupakan bagian hasil Survei Profil Internet Indonesia 2025​ oleh APJII dengan​​​​​​ melibatkan 8.700 warga negara Indonesia (WNI) berusia minimal 13 tahun melalui metode wawancara pada 10 April-16 Juni 2025. Dari 8.700 WNI yang disurvei APJII, 73,14% mengaku tidak pernah atau jarang menganti <em>password</em>-nya. dari persentase tersebut, terbanyak, 41,26% mengaku tidak tahu/tidak pernah menganti <em>password</em>. Selanjutnya, 11,96% mengaku ganti <em>password</em> satu kali dalam setahun, 6,78% mengganti <em>password</em> satu kali dalam enam bulan, 1 kali dalam tiga bulan sebanyak 5,6%, 4,89% 1 kali dalam sebulan, dan 1 kali dalam dua bulan 2,62%. “Sisanya (26,86%) melakukan penggantian <em>password</em> hanya saat mendapatkan notifikasi atau (akunnya) merasa terencam diretas,” ungkap APJII, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Selasa (12/8/2025). Sementara itu, ada beberapa alasan Indonesia tidak mengganti <em>password</em>-nya. Sebanyak 31,11% karena merasa tidak perlu menggantinya, 29,79% khawatir lupa kata sandi yang baru, 17,33% merasa sudah aman, dan 7,3% tidak tahu cara mengganti <em>password</em>. Selanjutnya, sebanyak 3,40% tidak peduli dengan keamanan akun yang dimilikinya, 1,32% merasa terlalu banyak akun (sehingga khawatir lupa/tertukar), dan terakhir, 9,75% mengaku tidak tahu perlu ganti password. <strong><em>Login</em></strong> <strong>dan Keamanan Internet</strong> Sementara itu, APJII juga menanyakan kepada responden terkait cara  masuk ke akun (<em>login</em>) yang paling disukai. Paling banyak, 31,44% mengaku suka menggunakan pola (<em>pattern</em>). Kemudian, 31,02% suka menggunakan kombinasi angka saja, 24,04% menggunakan sidik jari, 7,66% <em>password</em> kombinasi huruf, angka, dan simbol, 5,58% <em>login</em> dengan deteksi wajah, serta 0,26% dengan deteksi retina mata. Masih terkait dengan hal tersebut, 22,97% mengaku suka menggunakan kata sandi yang kuat dan unik untujk menjaga keamanan internet dan perangkat yang dimilikinya. Sebagian lagi, 5,74% juga suka mengaktifkan autentikasi dua tingkat/lapis (<em>two-factor authentication</em>/2FA) untuk <em>login</em> akun yang penting dan menghindari duplikasi atau agar akunnya tak dibobol orang lain. (bdm) <strong>Kebiasaan Orang RI Ganti <em>Password</em></strong> <table> <tbody> <tr> <td width="60">No</td> <td width="356">Durasi Ganti Password</td> <td width="208">Persensate</td> </tr> <tr> <td width="60">1.</td> <td width="356">Tidak tahu/tidak pernah</td> <td width="208">41,26%</td> </tr> <tr> <td width="60">2.</td> <td width="356">Jika ada notifikasi</td> <td width="208">26,86%</td> </tr> <tr> <td width="60">3.</td> <td width="356">1 kali dalam 1 tahun</td> <td width="208">11,96%</td> </tr> <tr> <td width="60">4.</td> <td width="356">1 kali dalam 6 bulan</td> <td width="208">6,78%</td> </tr> <tr> <td width="60">5.</td> <td width="356">1 kali dalam 3 bulan</td> <td width="208">5,6%</td> </tr> <tr> <td width="60">6.</td> <td width="356">1 kali dalam 1 bulan</td> <td width="208">4,89%</td> </tr> <tr> <td width="60">7.</td> <td width="356">1 kali dalam 2 bulan</td> <td width="208">2,62%</td> </tr> </tbody> </table> <strong>Sumber: APJII, Agustus 2025</strong>

Tags :
Kategori :

Terkait