<strong>Jakarta, ID -</strong> PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami), perusahaan <em>fintech lending</em> terdepan dari sisi teknologi di Indonesia, mengingatkan masyarakat di Tanah Air hati-hati terkait maraknya <a href="https://infodigital.co.id/kenali-ciri-ciri-penipuan-bermodus-phishing/"><strong>penipuan</strong></a> berkedok voucer dan pelanggaran review <a href="https://infodigital.co.id/alibaba-cloud-pecahkan-rekor-dunia-transaksi-online/"><strong>belanja <em>online</em></strong></a>. Pelaku biasanya gunakan metode <em>social engineering.</em> Upaya pengondisian/rekayasa sosial (<em>social engineering</em>) pun kini menjadi topik makin hangat di tengah semakin luasnya aktivitas digital dan penipuan yang melingkupinya, termasuk belanja <em>online</em>. Kejahatan digital tersebut umumnya mengincar korban yang lengah, <em>oversharing</em> informasi pribadi, hingga mereka yang mudah dipengaruhi. Mengutip National Institute of Standards and Technology (NIST) Amerika Serikat, <em>social engineering</em> diartikan sebagai tindakan membujuk seseorang untuk mengungkapkan informasi sensitif, memperoleh akses tanpa izin, atau memanipulasi untuk mendapatkan kepercayaan korban dengan tujuan penipuan. <em>Brand Manager</em> AdaKami Jonathan Kriss pun mengingatkan agar masyarakat selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di dunia maya da bertransaksi di ruang digital. Salah satu celah yang kerap dimanfaatkan para pelaku <em>social engineering</em> adalah kebiasaan masyarakat mengunggah <em>review</em> produk setelah berbelanja <em>online </em>tanpa menghapus, atau menyembunyikan informasi pribadi yang tertera pada kemasan produk. “Kita seringkali lengah dan <em>oversharing</em> informasi penting seperti data pribadi yang sebenarnya sangat perlu untuk dijaga kerahasiaannya,” jelas jelas Jonathan, dikutiip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Jumat (8/8/2025). Contohnya, informasi seperti nama dan nomor telepon yang bisa dilihat jelas saat mengunggah video atau foto <em>review</em> produk. Data ini sangat rentan untuk dimanfaatkan para pelaku <em>social engineering</em>. <strong>Modus <em>Social Engineering</em></strong> Jonathan menyampaikan, setidaknya ada dua modus <em>social engineerin</em>g yang sedang marak dan menyasar para pelanggan belanja <em>online</em>, khususnya di ranah perdagangan secara elektronik (<em>e-commerce</em>). Keduanya memiliki kesamaan, berupaya mendapatkan kepercayaan korban, baik dengan menawarkan sesuatu atau dengan memicu ketakutan calon korbannya sehingga menuruti kemauan pelaku. <strong>1.Penawaran Voucer, <em>Cashback</em>, dan Bonus</strong> Modus pertama, pelaku memberikan penawaran menarik seperti <em>cashback</em>, voucer, atau bonus yang juga dikenal dengan istilah <em>baiting</em>. Setelah mengetahui nama dan nomor telepon calon korbannya, pelaku akan menghubungi dengan mengaku sebagai pihak <em>e-commerce</em>, kemudian menawarkan voucer belanja, <em>cashback</em>, atau bonus. Agar lebih meyakinkan, pelaku yang biasanya menghubungi korban menggunakan aplikasi pesan instan, akan mengirimkan surat atau dokumen yang tampak resmi. Selanjutnya, pelaku menyampaikan bahwa voucer yang diberikan bisa digunakan dengan syarat mengunduh aplikasi platform layanan pinjaman daring (pindar). Tak sampai di sana, korban juga diarahkan untuk melakukan pengisian data hingga pengajuan pinjaman. Ketika pengajuan berhasil, pelaku meminta korban untuk mentransfer dana yang diterima ke rekening milik pelaku dengan dalih akan dikembalikan bersama dengan voucer yang dijanjikan. Jonathan menegaskan, AdaKami tidak pernah meminta masyarakat atau pengguna untuk mengirimkan dana di luar pengembalian pinjaman. “Apalagi ke nomor-nomor rekening yang tidak jelas siapa pemiliknya. Ini adalah perbuatan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang harus kita waspadai bersama,” tegasnya.
Awas, Marak Penipuan Voucer dan Pelanggaran Review Belanja Online
Jumat 08-08-2025,12:00 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 08-10-2026,12:51 WIB
Meta Perluas Pengawasan AI, Orang Tua Bisa Lihat Topik yang Ditanyakan Remaja
Kamis 08-10-2026,10:10 WIB
Pemberantasan Judi Online Tak Cukup Hapus Konten, Pemerintah Bidik Hingga Aliran Dananya
Kamis 08-10-2026,17:00 WIB
YouTube Jadi Platform Video Tepercaya di Indonesia, Ini Alasannya
Kamis 08-10-2026,15:00 WIB
Galaxy Tab S12 Series di RI Dibanderol Rp23-27 Jutaan
Terkini
Kamis 08-10-2026,17:00 WIB
YouTube Jadi Platform Video Tepercaya di Indonesia, Ini Alasannya
Kamis 08-10-2026,15:00 WIB
Galaxy Tab S12 Series di RI Dibanderol Rp23-27 Jutaan
Kamis 08-10-2026,12:51 WIB
Meta Perluas Pengawasan AI, Orang Tua Bisa Lihat Topik yang Ditanyakan Remaja
Kamis 08-10-2026,10:10 WIB
Pemberantasan Judi Online Tak Cukup Hapus Konten, Pemerintah Bidik Hingga Aliran Dananya
Selasa 06-10-2026,10:29 WIB