3 Emiten Telko Realisasikan Capex Rp43,9 Triliun

Kamis 24-04-2025,10:30 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID -</strong> Tiga emiten teleomunikasi digital (telko) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yakni <a href="https://infodigital.co.id/laba-bersih-telkom-turun-rp146-triliun/"><strong>PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)</strong></a>, <a href="https://infodigital.co.id/indosat-bukukan-laba-bersih-rp491-triliun/"><strong>PT Indosat Tbk (ISAT)</strong></a>, dan <a href="https://infodigital.co.id/2024-laba-bersih-xl-axiata-rp18-triliun/"><strong>PT XL Axiata Tbk (EXCL)</strong></a> merealisasikan total belanja modal (<em>capital expenditure/capex</em>) Rp43,9 triliun pada 2024. Nilai <em>capex </em>tiga emiten 2024 tersebut ternyata turun Rp8,96 triliun (16,95%) dibandingkan tahun 2023 masih mencapai Rp52,86 triliun. Penurunan terutama karena dipicu oleh Telkom lebih mengifisienkan belanja modal. Sementara itu, ketiga emiten telekomunikasi digital itu juga mengaku bahwa sebagian besar <em>capex</em> 2024 lebih banyak digunakan untuk investasi infrastruktur telekomunukasi, terutama guna membangun jaringan seluler. Sebagai emiten telko digital terbesar di Tanah Air dan induk usaha dari Telkomsel, tahun 2024, Telkom merealisaikan belanja modal Rp24,5 triliun atau 16,3% dari total pendapatannya. Seperti disebutkan di atas, nilai belanja modal Telkom tersebut turun Rp8,5 triliun (25,75%). Sebab, pada 2023, Telkom masih membelanjakan modal untuk ekspansi mencapai Rp33 triliun. “Realisasi <em>capex</em> yang relatif lebih rendah pada  fiskal 2024 disebabkan beban <em>back-end</em> untuk mengantisipasi penyelesaian integrasi sistem <em>one-billing</em> dan segmen <em>data center</em> kurang belanja,” ungkap Dirut Telkom Ririek Adriansyah, dalam Infomemo LK 2024, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Kamis (24/4/2025). Menurut dia, hal tersebut sejalan dengan inisiatif strategis Telkom pada optimalisasi <em>capex</em>. Pada 2024, belanja konektivitas pun lebih diselaraskan dengan strategi konvergensi tetap-seluler (<em>fixed </em><em>mobile convergence</em>/FMC). Lebih dari 50% <em>capex</em> 2024 dialokasikan untuk memperluas konektivitas digital, termasuk jaringan serat optik, menara, satelit, dan kabel bawah Laut yang memperkuat komitmen Telkom untuk jangkauan nasional dan internet berkecepatan tinggi. Belanja investasi tahun 2024 sisanya digunakan untuk mendukung pengembangan platform digital (misalnya pusat data, <em>cloud</em>, dll), serta layanan digital. Hingga Desember 2024, Telkom, melalui anak usaha Telkomsel, memiliki 271.040 <em>base transceiver station</em> (BTS), termasuk 221.290 BTS 4G dan 975 BTS 5G guna memastikan kesiapan kapasitas untuk permintaan digital di masa mendatang. <strong>Indosat dan XL Axiata </strong> Sementara itu, menurut <em>Director &amp; Chief Financial</em> Indosat Nicky Lee, Indosat merealisasikan <em>capex</em> Rp9,93 triliun tahun 2024 dari Rp12 triliun yang direncanakan. “Sekitar 82,7% <em>capex</em> dialokasikan untuk membangun layanan seluler guna mendukung permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan untuk MIDI dan IT,” ucap Nicky Lee. Untuk meningkatkan layanan seluler, Indosat pun antara lain membangun 20.796 (18,9%) BTS baru, sehingga jumlahnya bertambah menjadi 250.317 juta unit BTS pada 31 Desember 2024 dari tahun 2023 masih 229.521 BTS. Selanjutnya, XL Axiata merealisasikan belanja modal Rp7,4 triliun sepanjang tahun 2024. Sebagian besar digunakan untuk meningkatkan jaringan telekomunikasi guna kepuasan pelanggan. 2024 telah menjadi tahun yang monumental bagi XL Axiata untuk memperkuat bisnis layanan gabungan berbasis kabel fiber optik dengan  seluler (FMC). Proses pembentukan XL Axiata sebagai ServeCo dan Link Net sebagai FiberCo juga  berjalan dengan baik. Dalam langkah strategis ini, XL Axiata pun telah mengakuisisi sekitar 750 ribu pelanggan residensial Link Net. XL Axiata juga telah memperluas infrastruktur jaringan hingga akhir 2024 dengan menambah jumlah sebanyak 5.740 unit BTS. Dengan demikian, total BTS XL Axiata mencapai 165.864 unit pada akhir 2024, meningkat 4% dibandingkan tahun 2023 (<em>year on year</em>/YOY). Dari total tersebut, hampir 111 ribu di antaranya merupakan BTS 4G.  (dmm) <strong>Belanja Modal 4 Emiten Telko RI</strong> <strong>(Dalam triliun rupiah)</strong> <table> <tbody> <tr> <td width="54"><strong>No</strong></td> <td width="108"><strong>Emiten</strong></td> <td width="77"><strong>2019</strong></td> <td width="77"><strong>2020</strong></td> <td width="77"><strong>2021</strong></td> <td width="77"><strong>2022</strong></td> <td width="77"><strong>2023</strong></td> <td width="77"><strong>2024</strong></td> </tr> <tr> <td width="54">1.</td> <td width="108">Telkom</td> <td width="77">35</td> <td width="77">34,1</td> <td width="77">35,95</td> <td width="77">40</td> <td width="77">33</td> <td width="77">24,5</td> </tr> <tr> <td width="54">2.</td> <td width="108">Indosat</td> <td width="77">10</td> <td width="77">8,67</td> <td width="77">8</td> <td width="77">12</td> <td width="77">12,7</td> <td width="77">12</td> </tr> <tr> <td width="54">3.</td> <td width="108">XL Axiata</td> <td width="77">7,5</td> <td width="77">7,5</td> <td width="77">7,5</td> <td width="77">9</td> <td width="77">7,16</td> <td width="77">7,4</td> </tr> <tr> <td width="54">4.</td> <td width="108">Smartfren</td> <td width="77">3</td> <td width="77">3,58</td> <td width="77">4,3</td> <td width="77">3</td> <td width="77">3</td> <td width="77"><strong>-</strong></td> </tr> <tr> <td width="54"><strong> </strong></td> <td width="108"><strong>Total</strong></td> <td width="77"><strong>55,5</strong></td> <td width="77"><strong>53,9</strong></td> <td width="77"><strong>55,78</strong></td> <td width="77"><strong>64</strong></td> <td width="77"><strong>55,86</strong></td> <td width="77"><strong>43,9</strong></td> </tr> </tbody> </table> <strong>Sumber: Emiten Telko dan Diolah</strong> &nbsp;

Tags :
Kategori :

Terkait

Terpopuler