Huawei Berpotensi Ambil Alih Pasar Chip Nvidia

Minggu 20-04-2025,12:00 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - Presiden Amerika Serikat (AS) Donal J Trump mencanangkan perang dagang dan berencana untuk memangkas pasokan dan ekspor <em>chip </em><a href="https://infodigital.co.id/nvidia-kehilangan-pendapatan-us55-miliar/"><strong>Nvidia</strong></a> H20 ke China, sehingga akan menciptakan kekosongan besar pasokan. Melihat peluang ini, <a href="https://infodigital.co.id/huawei-produksi-chip-ascend-920-siasati-perang-dagang-as/?preview_id=9831&amp;preview_nonce=96d67d2c71&amp;_thumbnail_id=9830&amp;preview=true"><strong>Huawei</strong></a> pun diprediksi akan mengambil alih pasar. Dengan kata lain, keluarnya Nvidia dari pasar <em>chip</em> AI Tiongkok, melalui produk H20, pun dapat menjadi kabar baik bagi Huawei. Apalagi, Huawei dikabarkan tengah mempersiapkan <em>chip</em> buatan sendiri, yakni Ascend 920. AS tengah mencari cara untuk menciptakan rintangan dalam pertumbuhan Huawei dan industri <em>chip</em> AI Tiongkok. Tetapi, tampaknya trik AS dengan memperlambat penjualan Nvidia H20 di China justru dapat memberikan keajaiban bagi pembuat ponsel pintar Mate (Huawei) tersebut. “Ya, AS telah memberlakukan aturan <em>chip</em> AI baru yang melarang Nvidia untuk menjual prosesor H20-nya di Tiongkok. Pemerintahan Trump mengambil langkah ini untuk memblokir akses semikonduktor canggih ke perusahaan Tiongkok dan sekutu Huawei,” ungkap sebuah laporan, dikutip <em>Huaweicentral</em>, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Minggu (20/4/2025). Pemerintah AS dan lainnya sempat berpikir bahwa pembatasan <em>chip</em> canggih di Tiongkok oleh AS akan mencegahnya membuat <em>chipset</em> canggih dan menghambat perkembangan teknologi inforamsinya, termasuk AI. Namun, keluarnya Nvidia H20 dari pasar <em>chip</em> AI Tiongkok malah dapat menjadi kabar baik bagi Huawei karena akan mendapatkan lebih banyak pangsa pasar yang ‘gemuk’ di dalam negeri. Nvidia H20 sebenarnya merupakan <em>chipset</em> AI khusus dibuat untuk pasar Tiongkok. Karena AS membatasi untuk memasok teknologi canggih apa pun ke China, Nvidia pun akan mematuhinya dan terpaksa kehilangan potensi pendapatan US$5,5 miliar dari permintaan China. Pelanggan utama China seperti ByteDance, Tencent, dan Alibaba mengandalkan <em>chip</em> Nvidia H20 untuk pengembangan model dan perangkat keras AI yang berbiaya rendah. Meskipun merupakan prosesor yang sebenarnya kurang efisien, H20 buatan Nvidia nyatanya mampu memenuhi persyaratan inferensi dalam model AI, termasuk DeepSeek yang ‘meledak’. Pemerintah AS di bawah Trump pun mulai memblokir rute pasokan <em>chip</em> H20 ke China karena yakin dapat digunakan bukan hanya untuk pengembangan yang canggih seperti DeepSeek, tapi juga pengembangan superkomputer dan dapat memengaruhi keamanan AS. <strong>Peluang Huawei</strong> ByteDance dan pelanggan Nvidia Tiongkok lain sebenarnya sudah memesan <em>chip</em> H20 Nvidia dalam jumlah besar. Karena pembatasan Pemerintah Trump, mereka dapat beralih membeli <em>chip</em> buatan Huawei untuk solusi AI-nya. OEM Tiongkok (Huawei) tengah dan telah mengerjakan <em>chip</em> Ascend 910C yang dapat mencapai 60% dari kinerja inferensi Nvidia H100. Sementara itu, raksasa teknologi tersebut diduga telah mengembangkan <em>chip</em> baru yang disebut Ascend 920, yang dapat lebih cepat dari H20. “Karena itu, jika Nvidia H20 benar-benar keluar dari Tiongkok, Huawei akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pijakannya di pasar AI. Itu tidak hanya akan melemahkan cengkeraman Nvidia di pasar AI Tiongkok, tetapi juga menjadi alasan di balik pertumbuhan Huawei,” ungkap laporan tersebut. (bdm)

Tags :
Kategori :

Terkait