<strong>Jakarta, ID</strong> - Jumlah upaya serangan aplikasi jahat (<em><a href="https://infodigital.co.id/awas-trojan-necro-telah-susupi-google-play/"><strong>trojan</strong></a>/malware</em>) untuk mencuri data perbankan pada/melalui ponsel pintar (<em>smarphone</em>) melonjak hingga tiga kali lipat pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah serangan <em>trojan</em> perbankan pada ponsel pintar Android meningkat dari 420.000 tahun 2023 menjadi 1.242.000 pada 2024. <em>Malware</em> dirancang untuk mencuri kredensial pengguna untuk perbankan daring, layanan pembayaran elektronik, dan sistem kartu kredit. Hal itu menurut laporan <a href="https://infodigital.co.id/kaspersky-temukan-serangan-siber-salmonslalom/"><strong>Kaspersky</strong></a>, konsultan dan penyedia solusi keamanan siber, yang berjudul <em>The mobile malware threats landscape in 2024</em> yang dirilis di ajang Mobile World Congress 2025, Barcelona, Spanyol. Para pelaku kejahatan dunia maya terus mengubah taktik, mengandalkan distribusi <em>malware</em> massal untuk mencuri kredensial perbankan. Selama setahun terakhir, Kaspersky mendeteksi lebih dari 33,3 juta serangan terhadap pengguna ponsel pintar secara global, yang melibatkan berbagai jenis <em>malware</em> dan perangkat lunak yang tidak diinginkan. Para pelaku kejahatan dunia maya mengelabui korban agar mengunduh <em>trojan</em> perbankan dengan menyebarkan tautan melalui SMS atau aplikasi perpesanan, serta melalui lampiran berbahaya di <em>messenger</em>, dan dengan mengarahkan pengguna ke halaman <em>web</em> berbahaya. Bahkan, mereka dapat mengirim pesan dari akun kontak yang diretas, sehingga penipuan tersebut tampak lebih dapat dipercaya. Untuk menipu pengguna, penyerang seringkali memanfaatkan berita yang sedang tren dan topik yang sedang digembar-gemborkan untuk menciptakan rasa urgensi dan melemahkan kewaspadaan korban. “Para penipu mulai mengurangi upaya dalam pembuatan paket <em>malware</em> unik, dan sebaliknya, berfokus pada pendistribusian fail yang sama ke sebanyak mungkin korban,” ungkap Anton Kivva, pakar keamanan di Kaspersky, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Rabu (5/3/2024). Karena itu, menurut dia, menjadi lebih cerdas di dunia maya dan mengedukasi orang-orang yang dicintai, dari anak-anak hingga orang tua, menjadi lebih penting dari sebelumnya. Pasalnya, tidak ada yang sepenuhnya aman dari penipuan yang dirancang dengan baik dan trik psikologis yang dirancang untuk mencuri data perbankan di ranah digital. <strong>Peringkat <em>Trojan</em> dan Modus</strong> Meskipun merupakan jenis <em>malware</em> yang paling cepat berkembang, <em>trojan</em> perbankan menempati peringkat keempat secara keseluruhan dalam hal pangsa pengguna yang diserang, yaitu sebesar 6%. Kategori yang paling luas penyebarannya tetap <em>AdWare</em>, yang mencakup 57% dari pengguna yang diserang, diikuti oleh trojan umum (25%), dan RiskTools (12%). Peringkat tersebut mencakup <em>malware, adware</em>, dan perangkat lunak yang tidak diinginkan. Sementara itu, pada 2024, Fakemoney, sekelompok aplikasi penipuan yang dirancang untuk investasi dan pembayaran palsu, merupakan ancaman yang paling aktif. Kekhawatiran utama lainnya adalah versi WhatsApp dimodifikasi yang berisi <em>trojan</em> jenis Triada, <em>malware</em> yang dapat mengunduh dan menjalankan modul berbahaya atau <em>adware</em> tambahan, misalnya, untuk menampilkan iklan atau melakukan tindakan yang tidak diinginkan lainnya. <strong>Tips Lindungi Diri</strong> Sementara itu, untuk melindungi diri dari ancaman seluler, Kaspersky memberikan beberapa rekomendasi sebagai berikut, terutama dalam menyikapi terhadap aplikasi. 1. Unduh aplikasi dari toko resmi seperti Apple App Store dan Google Play walaupun tidak selalu bebas risiko, tapi lebih aman. 2. Periksa izin aplikasi yang digunakan dan pikirkan baik-baik sebelum mengizinkan aplikasi, terutama jika menyangkut izin berisiko tinggi seperti layanan aksesibilitas. 3. Saran yang bagus adalah memperbarui sistem operasi dan aplikasi penting saat pembaruan tersedia. Banyak masalah keselamatan dapat diatasi dengan menginstal versi perangkat lunak terkini. (bdm)
Pencurian Data Bank di Ponsel Naik 3 Kali Lipat
Rabu 05-03-2025,16:01 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 08-10-2026,12:51 WIB
Meta Perluas Pengawasan AI, Orang Tua Bisa Lihat Topik yang Ditanyakan Remaja
Kamis 08-10-2026,19:00 WIB
ADVAN A10 Pro Resmi Meluncur, Harga Rp1,6 Jutaan
Kamis 08-10-2026,15:00 WIB
Galaxy Tab S12 Series di RI Dibanderol Rp23-27 Jutaan
Kamis 08-10-2026,17:00 WIB
YouTube Jadi Platform Video Tepercaya di Indonesia, Ini Alasannya
Terkini
Kamis 08-10-2026,19:00 WIB
ADVAN A10 Pro Resmi Meluncur, Harga Rp1,6 Jutaan
Kamis 08-10-2026,17:00 WIB
YouTube Jadi Platform Video Tepercaya di Indonesia, Ini Alasannya
Kamis 08-10-2026,15:00 WIB
Galaxy Tab S12 Series di RI Dibanderol Rp23-27 Jutaan
Kamis 08-10-2026,12:51 WIB
Meta Perluas Pengawasan AI, Orang Tua Bisa Lihat Topik yang Ditanyakan Remaja
Kamis 08-10-2026,10:10 WIB