PT INTI Produksi 1,3 Juta Kartu Prepaid Bank Mandiri

Rabu 19-02-2025,17:00 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - BUMN <a href="https://infodigital.co.id/produk-e-ktp-reader-pt-inti-berkandungan-lokal-62/"><strong>PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (PT INTI)</strong></a> telah merampungkan produksi 1,3 juta unit kartu <em>prepaid</em> milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun anggaran 2024. Pennapaian <a href="https://infodigital.co.id/solusi-identitas-penumpang-inti-hadir-di-100-stasiun-ka/"><strong>PT INTI</strong></a> tersebut tersebut pun akan dilanjutkan secara ekspansif dengan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 1 juta unit kartu per bulan untuk pemenuhan kebutuhan sektor perbankan nasional sepanjang tahun 2025. “Tren transaksi menggunakan <em>e-money </em>yang terus meningkat jadi <em>trigger</em> bagi kami untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 1 juta unit kartu per bulan untuk bisa memenuhi kebutuhan nasional,” ungkap <em>Vice President Corporate Secretary </em>PT INTI (Persero) Gema Alfarisi Deri, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Rabu (19/2/2025). Tercatat, pada 2024, PT INTI  telah menuntaskan produksi 1,3 juta unit kartu <em>prepaid</em> atau setara dengan 25,5% dari total kebutuhan kartu prepaid Bank Mandiri sebanyak 5,1 juta unit selama tahun 2024. Pada periode tersebut, kebutuhan kartu <em>prepaid</em> dirampungkan dengan kapasitas produksi sebanyak 200.000 unit per bulan. Gema Alfarisi Deri menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi terpasang tahun 2025 akan dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan kartu debit Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan kartu <em>prepaid</em> secara nasional. <em>E-money</em> merupakan instrumen pembayaran berupa uang elektronik yang dapat disimpan pada suatu perangkat seperti <em>chip</em> atau server yang diterbitkan perbankan. Instrumen pembayaran yang memiliki tingkat keamanan tinggi  memungkinkan pengguna untuk bertransaksi dengan kartu atau media penyimpanan lainnya, seperti aplikasi, tanpa perlu mengandalkan uang fisik. <strong>Transaksi <em>e-Money</em></strong> Berdasarkan data yang dirilis oleh Bank Indonesia, total transaksi belanja lewat <em>e-money</em> di Indonesia mencapai nilai Rp372,91 triliun per Agustus tahun 2024. Secara kumulatif, nilai transaksi uang elektronik di Indonesia pada periode Januari-Agustus 2024 mencapai Rp1,6 kuadriliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 35,76% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Melihat tren perkembangan <em>e-money</em> tersebut, setelah rampung menggarap produksi kartu <em>prepaid</em> milik Bank Mandiri, <em>Executive General Manager Sales and Marketing</em> PT INTI (Persero) Delvia Damayanti menjelaskan, perseroan menargetkan untuk dapat menggarap kebutuhan Kartu Debit GPN dan kartu <em>Prepaid</em> untuk sektor perbankan sepanjang tahun 2025. “Kini, <em>e-money</em> telah menjadi metode pembayaran potensial bagi pertumbuhan bisnis di Indonesia. Pada tahun ini, terdapat potensi <em>market share</em> sekitar Rp 3,12 triliun yang bisa digarap,” pungkas Delvia Damayanti. (dmm)

Tags :
Kategori :

Terkait