<strong>Jakarta, ID</strong> - Pejabat Pemerintah China dilaporkan telah membahas skenario kemungkinan ByteDance menjual cabang <a href="https://infodigital.co.id/mahkamah-agung-cenderung-larang-tiktok-di-as/#google_vignette"><strong>TikTok</strong></a> di Amerika Serikat (AS) kepada Elon Musk. Jika terjadi, ini selaras dengan keinginan Presiden AS terpilih <a href="https://infodigital.co.id/trump-ingin-tiktok-tetap-beroperasi-di-as/"><strong>Donald Trump</strong></a>. Itu akan dilakukan jika Mahkamah Agung AS (Supreme Court) menegakkan hukum yang melarang operasi aplikasi TikTok pada 19 Januari 2025 dan mengharuskan menjualnya kepada pengusaha AS. <em>Bloomberg</em> melaporkan bahwa China sebenarnya sangat ingin TikTok di AS tetap berada di bawah kendali dan kepemilikan ByteDance. “Tetapi, pejabat pemerintah China telah mempertimbangkan penjualan ke Musk sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk bekerja dengan pemerintahan presiden terpilih Donald Trump,” ungkap sumber <em>Bloomberg</em>, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Selasa (14/12/2024). Dalam skenario itu, plaform X, milik Musk, yang akan mengakuisisi TikTok AS. Dengan begitu, X akan menjadi pengendali aplikasi dengan 170 juta pengguna AS tersebut dengan potensi pendapatan iklan potensial miliaran dolar AS. Namun, seorang juru bicara TikTok menyebut laporan dan kabar itu sebagai ‘fiksi murni’, dalam sebuah pernyataan kepada <em>Variety</em>. Laporan tersebut juga tidak menyatakan secara jelas seberapa banyak ByteDance dan TikTok mengetahui tentang diskusi kemungkinan Tiongkok merestui Musk sebagai pembeli TikTok AS. Namun, pembelian dari Musk diharapkan bisa menjadi jalan tengah dan mengikis kekhawatiran pengaruh China atas munculnya RUU Anti-TikTok (TikTok Bill) di AS karena dugaan TikTok telah menjadi alat Pemerintah China untuk mengumpulkan data pribadi warga AS. <strong>Lebih Diterima </strong> Sementara itu, Musk sepertinya lebih bisa diterima oleh Pemerintah China karena merupakan pendukung dan calon menteri Donald Trump yang akan dilantik menjadi presiden pada 20 Januari 2025. Apalagi, Trump juga telah berjanji dan sampai mengajukan surat khusus (<em>amicus brief</em>) yang meminta pengadilan untuk menghentikan larangan TikTok di AS. Trump akan mencari jalan tengah yang terbaik bagi TikTok setelah dilantik menjadi Prsiden AS. TikTok telah menjadi salah satu pendukungnya saat kampanya presiden AS tahun 2024 lalu. (dmm)
China Terbuka Elon Musk Akuisisi TikTok AS
Selasa 14-01-2025,13:16 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 08-10-2026,12:51 WIB
Meta Perluas Pengawasan AI, Orang Tua Bisa Lihat Topik yang Ditanyakan Remaja
Kamis 08-10-2026,19:00 WIB
ADVAN A10 Pro Resmi Meluncur, Harga Rp1,6 Jutaan
Kamis 08-10-2026,10:10 WIB
Pemberantasan Judi Online Tak Cukup Hapus Konten, Pemerintah Bidik Hingga Aliran Dananya
Kamis 08-10-2026,15:00 WIB
Galaxy Tab S12 Series di RI Dibanderol Rp23-27 Jutaan
Kamis 08-10-2026,17:00 WIB
YouTube Jadi Platform Video Tepercaya di Indonesia, Ini Alasannya
Terkini
Kamis 08-10-2026,19:00 WIB
ADVAN A10 Pro Resmi Meluncur, Harga Rp1,6 Jutaan
Kamis 08-10-2026,17:00 WIB
YouTube Jadi Platform Video Tepercaya di Indonesia, Ini Alasannya
Kamis 08-10-2026,15:00 WIB
Galaxy Tab S12 Series di RI Dibanderol Rp23-27 Jutaan
Kamis 08-10-2026,12:51 WIB
Meta Perluas Pengawasan AI, Orang Tua Bisa Lihat Topik yang Ditanyakan Remaja
Kamis 08-10-2026,10:10 WIB