Telkom Latih 420 Siswa Kesadaran Digital
Jakarta, ID – PT Telkom Indonesia (Persero), melalui program edukasi digital CyberHeroes, membekali 420 siswa dari berbagai sekolah di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran keamanan siber.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid itu diikuti oleh 200 siswa SMP Warga Surakarta, 100 siswa SLB B Pangudi Luhur Jakarta Barat, serta masing-masing 60 siswa SDN Blimbing 1 dan SDN Blimbing 3 Tangerang.
Program CyberHeroes digelar dengan tujuan untuk membantu generasi muda memahami risiko di ruang digital sekaligus membangun perilaku berinternet yang lebih aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Melalui program CyberHeroes yang diadakan awal April 2026 ini, Telkom memberikan pembelajaran praktis terkait keamanan digital, mulai mengenali potensi perundungan siber, risiko manipulasi pihak tak dikenal, hingga pentingnya menjaga data pribadi saat di internet.
SGM Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyampaikan bahwa edukasi keamanan siber sejak dini menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang sehat.
Telkom pun berkomitmen untuk menghadirkan pemanfaatan teknologi yang aman dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
“Melalui CyberHeroes, kami ingin menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga data pribadi dan bersikap bijak di ruang digital sejak dini,” ujar Hery, dikutip InfoDigital.co.id, Jumat (17/4/2026).
Dengan semangat Bersama Jadi Bisa, lanjut dia, Telkom percaya bahwa setiap anak Indonesia juga Bisa PandAI untuk memanfaatkan teknologi secara aman dan mendukung tumbuh kembang mereka.
Materi pembelajaran disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami, sehingga peserta dapat langsung menerapkan pengetahuan tersebut dalam aktivitas digital sehari-hari.
Mengusung semangat Bersama Jadi Bisa, program juga menekankan pentingnya inklusivitas dengan melibatkan siswa dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas.
Telkom mendorong agar setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk memahami dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dan produktif.
Keamanan Digital
Inisiatif CyberHeroes diadakan larena dilatarbelakangi oleh meningkatnya tren tantangan keamanan digital di kalangan anak dan remaja secara global, termasuk Indonesia.
Data UNICEF tahun 2025 mencatat, hampir 80% penduduk Indonesia telah mengakses internet, dengan anak muda menghabiskan rata-rata 5,4 jam per hari di ruang digital.
Namun, tingginya intensitas tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan literasi keamanan digital yang memadai.
Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tahun 2026 menunjukkan bahwa 50% anak Indonesia pernah terpapar konten tidak pantas di media social.
Sementara itu, 42% lainnya mengalami ketidaknyamanan dalam beraktivitas di ruang digital. (abm)




