AdaKami dan UNS Gelar Tech for Indonesia
Jakarta, ID – PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami), perusahaan fintech lending asal Indonesia, memperkenalkan inisiatif Tech for Indonesia dengan menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta/Solo, Jawa Tengah.
Program perdana bertajuk FutureFin yang digelar berupa kompetisi karya tulis ilmiah untuk mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan financial technology (fintech), terutama pinjaman daring (pindar) yang aman, bertanggung jawab, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Chief of Public Affairs AdaKami Karissa Sjawaldy mengatakan, Tech for Indonesia merupakan komitmen AdaKami untuk menghadirkan dampak nyata bagi komunitas, khususnya generasi muda.
“Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, kami ingin mendorong mahasiswa memahami dinamika industri pindar secara komprehensif dan kritis,” ujar Karissa, dikutip InfoDigital.co.id, Rabu (4/3/2026).
Menurut dia, hal itu termasuk risiko yang melekat di dalam pindar serta pentingnya membedakan layanan yang legal dan bertanggung jawab dari praktik ilegal yang merugikan.
Acara pembukaan FutureFin pada 3 Maret 2026 pun turut dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi dan pemahaman mahasiswa mengenai pengembangan dan tata kelola industri keuangan digital.
Pada kesempatan tersebut, Kepala OJK Solo Eko Hariyanto menyampaikan, OJK sampaikan apresiasi kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS atas komitmennya dalam mendukung peningkatan inklusi dan literasi keuangan melalui kegiatan edukasi.
Tidak lupa, OJK juga menyampaikan apresiasi kepada AdaKami atas kontribusinya dalam menjalankan program edukasi dan inklusi keuangan di Indonesia dengan menghadirkan peserta mahasiswa agar bijak mengelola keuangannya.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan digital yang sehat, meningkatkan kesadaran akan pelindungan konsumen, serta mendorong generasi muda menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas dan berintegritas,” ucap Eko.
OJK, sebagai regulator industri jasa keuangan, juga akan terus memastikan penyelenggaraan kegiatan usaha di sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank. termasuk fintech lending dapat berkembang dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan aspek pelindungan konsumen.
Kompetisi Karya Tulis
Sementara itu, kompetisi karya tulis tentang fintech terbuka untuk seluruh mahasiswa UNS dari lintas fakultas dan akan melalui proses seleksi, pendampingan, presentasi akhir di hadapan panel juri, hingga pengumuman pemenang pada bulan Mei 2026.
Selama prosesnya, FutureFin juga menghadirkan rangkaian sesi daring dan luring berupa kuliah umum dan mentorship bersama akademisi, pakar, serta praktisi industri.
Sesi-sesi dirancang untuk memperkaya perspektif dan memperkuat landasan analitis mahasiswa dalam menyusun karya tulis tentang fintech yang relevan.
Topik yang diangkat mencakup lanskap industri fintech dengan fokus pada pindar, termasuk perkembangan teknologi, tata kelola, dinamika, dan regulasi yang membentuk industri tersebut di Indonesia.
UNS pun turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor, termasuk di dalamnya AdaKami, yang membuka ruang pengembangan talenta di bidang fintech.
“Bagi perguruan tinggi, program FutureFin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analitis dan problem solving dalam konteks industri yang nyata,” pungkas Dekan FEB UNS Prof Bhimo Rizky Samudro, SE, MSi, PhD. (lmm)




