BSSN dan PLN Perkuat Siber Kelistrikan
Jakarta, ID – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan PT PLN (Persero) menyepakati sinergi guna memperkuat dan meningkatkan ketahanan siber kelistrikan nasional.
Hal itu disepakati BSSN saat menerima kunjungan kerja Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo beserta jajaran yang diterima langsung oleh Kepala BSSN Nugroho, baru-baru ini.
Kunjungan strategis di Ruang Rapat National Cyber and Crypto Center (NCC) BSSN, Jakarta, tersebut bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan infrastruktur ketenagalistrikan nasional sebagai salah satu pilar Infrastruktur Informasi Vital (IIV).
Dalam pertemuan tersebut, Nugroho pun menegaskan bahwa ruang siber kini telah menjadi medan kompetisi geopolitik modern.
Ia pun mengingatkan bahwa serangan siber terhadap sektor energi, termasuk kelistrikan, tidak lagi berdimensi teknis semata. Serangan siber pun dapat memicu rentetan dampak sistemik terhadap stabilitas nasional.
“Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, tetapi telah menjadi bagian integral dari ketahanan nasional. Sektor energi merupakan salah satu objek vital yang keamanannya harus kita jaga bersama,” tegas Nugroho, dikutip InfoDigital.co.id.
Diskusi keduanya juga menyoroti pergeseran paradigma ancaman siber yang makin kompleks. Ancaman tersebut melingkupi serangan berbasis malware, distributed denial of service (DDoS), risiko supply chain attack, hingga kerentanan pada sistem operational technology (OT) seperti SCADA, dan smart grid.
Merespons hal tersebut, Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen PLN dalam mengawal aspek keamanan siber, terlebih di tengah masifnya transformasi digital di tubuh PLN.
Tantangan digitalisasi yang agresif, seperti implementasi internet of things (IoT), smart meter, cloud computing, hingga integrasi control center dan data center, menuntut tingkat proteksi yang tinggi.
“Transformasi digital PLN pun harus diiringi dengan penguatan sistem keamanan siber yang adaptif dan resilien. Kolaborasi dengan BSSN menjadi kunci utama dalam memastikan keandalan layanan listrik nasional,” ujar Darmawan.
Keamanan Holistik
Sebagai penutup, BSSN kembali mengingatkan pentingnya implementasi keamanan yang holistik dengan pendekatan lingkup people, process, and technology.
Hal tersebut mencakup peningkatan kapasitas SDM yang tersertifikasi, penerapan tata kelola dan standar keamanan yang memadai, serta penguatan teknologi keamanan siber yang diperkuat secara berkelanjutan.
Kunjungan kerja PLN ke BSSN itu juga menegaskan komitmen bersama bahwa keamanan siber dan sandi merupakan tanggung jawab bersama (shared responsibility) antara penyelenggara sistem elektronik (PSE) dan BSSN selaku pembina serta koordinator kebijakan keamanan siber nasional.
Dengan sinergi yang solid, ketahanan sektor energi Indonesia pun diharapkan makin tangguh dalam menghadapi dinamika ancaman siber global. (lmm)




