Infodigital.co.id

27 Solusi Indosat Tingkatkan Efisiensi Industri

Indosat gelar Indonesia AI Day for Supply Chain. (Dok Indosat)

Jakarta, ID – PT Indosat Tbk, atau dikenal juga sebagai Indosat Ooredoo Hutchison, menghadirkan 27 solusi bagi pemangku kepentingan di sektor transportasi, distribusi, dan logistik untuk meningkatkan efisensi biaya dan operasional di era digital.

Hal itu dikemas Indosat dalam penyelenggaraan Indonesia AI Day for Supply Chain, sebuah forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan di sektor tersebut.

Seiring terus meningkatnya volume perdagangan, ekspektasi pengiriman yang semakin cepat, serta tekanan efisiensi biaya yang kian tinggi, industri dituntut menjawab tantangan rantai pasok (supply chain) yang kini berada pada titik krusial.

“Supply chain saat ini tidak lagi bisa mengandalkan proses manual,” ujar Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison Muhammad Buldansyah, dikutip InfoDigital.co.id, Kamis (12/2/2026).

Aktivitas logistik saat ini makin kompleks, sehingga menuntut informasi yang cepat serta mudah dipahami. Pelaku industri juga perlu melihat pergerakan barang dan armada secara real-time agar operasional dapat berjalan lebih rapi sehingga keputusan bisa diambil tepat waktu.

“Melihat kebutuhan tersebut, Indosat mendorong pemanfaatan teknologi berbasis AI agar proses di bidang ini saling terhubung dan membantu pelaku industri mengelola operasional secara lebih terukur,” tuturnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Indosat pun menampilkan 27 solusi supply chain berbasis AI yang dikelompokkan ke dalam enam area utama, yakni Always-On Supply Chain Operations, Real-Time Operational Command, Unified Digital Experience, Sustainable Revenue Expansion, Secure & Trusted Critical Infrastructure, serta Predictive & Intelligent Decision Making.

Beragam solusi tersebut mencakup berbagai use case, mulai dari konektivitas jaringan privat, telemetri IoT, manajemen armada, dan video analytics berbasis AI, hingga AI chatbotplatform omnichannel, layanan keamanan siber, advanced analytics, serta dashboard decision intelligence untuk level eksekutif.

Di sektor transportasi, solusi seperti Fleet Management, Fleet Vision, Vision AI, dan IoT Telemetry memungkinkan pemantauan pergerakan kendaraan, pemanfaatan aset, kinerja, dan aspek keselamatan secara real-time.

Sementara itu, di sektor distribusi dan logistik, Cold Chain Monitoring dan Asset Tracking membantu menjaga kualitas dan integritas produk melalui visibilitas lokasi dan kondisi barang secara real-time.

Pada level fasilitas, pendekatan Smart Facility, Energy Management, Connected AGV, dan Unified Command Center mendukung optimalisasi operasional, peningkatan efisiensi energi, percepatan alur kerja, serta keandalan operasional end-to-end yang lebih baik.

Seluruh kapabilitas tersebut makin diperkuat dengan platform pengalaman pelanggan berbasis AI, layanan keamanan siber, serta advanced analytics untuk mendorong pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Tantangan Industri

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, hingga tahun 2024, terdapat sekitar 16.080 perusahaan pergudangan dan ekspedisi kurir yang beroperasi di Indonesia.

Skala dan kompleksitas industri yang terus bertumbuh tersebut pun menuntut sistem operasional yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis data.

Tolok ukur industri global juga menunjukkan bahwa adopsi digital dan AI di sektor supply chain dapat mendorong peningkatan pendapatan sebesar 15–30% melalui peningkatan engagement pelanggan dan strategi harga yang lebih tepat.

Adopsi digital dan AI juga akan meningkatkan efisiensi operasional sebesar 30-40%, penurunan risiko pencurian dan fraud hingga 50%, serta percepatan waktu respons layanan pelanggan sebesar 40-50%. (bdm)

Komentar

Iklan