Infodigital.co.id

1 Miliar Pengguna Android Perlu Ponsel Baru

Logo Android. (Dok Google)

Jakarta, ID – Google, raksasa teknologi informasi/TI global asal Amerika Serikat, menyebut bahwa sekitar 1 miliar pengguna sistem operasi (operating system/OS) Android di dunia perlu beli ponsel (smartphone) baru. Ponsel yang disarankan minimal punya OS Android 13 dan di atasnya.

Sebab, 40% dari perangkat mobile yang menggunakan Android 12 dan yang lebih tua kini tak lagi menerima pembaruan (patch) keamanan dari Google, sehingga rentan serangan siber/digital, utamanya malware dan spyware.

Hal itu merupakan rangkuman yang diberitakan Forbes terkait kerentanan perangkat yang menggunakan OS Android 12 dan sebelumnya. Dua di antaranya portal Phone Arena dan Cybersecurity Insider juga memberitakan kembali.

Sementara itu, bagi yang masih ingin bertahan dengan ponsel ber-OS Android 12 dan yang lebih tua agar tidak menjadi target serangan malware, Google Play Protect disebut menyediakan perlindungan malware yang dibangun untuk ponsel dengan OS hingga Android 7.

“Perangkat ini (dengan OS hingga Android 7) masih mendapat manfaat dari keamanan Play Protect terbaru dan pemindaian malware real-time,” ungkap seorang juru bicara Google kepada Forbes, dikutip Senin (9/2026).

Itulah masalahnya. Jika ponsel bersistem operasi Android tidak dilindungi dari dari serangan siber, penggunanya pun perlu meningkatkan dan membeli smartphone dengan OS Android terkini, minimal Android 13.

Penyebab Masalah

Google sudah tidak lagi mengeluarkan patch keamanan untuk ponsel yang menjalankan Android 12 atau lebih tua. Itu berarti, ponsel yang dirilis pada 2021 dan sebelumnya tidak dilindungi lagi dari serangan malware.

Google pun memperkirakan, hanya distribusi Android 13 dan terbaru di atasnya, yang mewakili sekitar 57,9% ponsel Android, masih mendapatkan patch keamanan. Lebih tepatnya, sekitar 42,1% dari ponsel bersisam operasi Android 12 dan sebelumnya rentan serangan siber.

Tidak seperti OS iOS, dari Apple (raksasa TI asal Cupertino, AS), dikembangkan oleh perusahaan yang sama yang juga membuat semua ponsel yang dijalankan menggunakan OS sendiri, yakni iPhone.

Sementara itu, pemanfaatan OS Android tidak hanya pada produk perangkat mobile Google, yakni ponsel Pixel. Google juga mengembangkan dan menjual lisensi OS Android ke banyak produsen perangkat mobile, yakni ponsel dan tablet di dunia, termasuk Samsung dan vendor merek China.

Hal tersebut pun mengakibatkan hampir tidak mungkin untuk memiliki pembaruan OS Android yang terkoordinasi. Karena itu, saat ini, hanya sekitar 7,5% perangkat Android yang didukung oleh build Android terbaru.

Karena fragmentasi tersebut, persentase pengguna Android sangat rendah memiliki build terbaru Android yang berjalan di ponselnya. Pada Desember 2025 saja, hanya 7,5% perangkat Android yang didukung oleh Android 16, versi terbaru Android.

Perangkat iOS Lebih Baik

Di sisi lain, menurut StatCounter, saat ini, OS iOS 26 (versi terbaru iOS buatan Apple) ditemukan pada 50% unit iPhone. Sementara itu, iOS 18, build iOS sebelumnya pada 40% ponsel iPhone.

Distribusi perangkat dengan iOS 26 bersamaan penjualan pada iPhone sebenarnya tidak setinggi biasanya. Namun, kita langsung dapat melihat perbedaan patch keamanan pada distribusi Android dan iOS.

Kembali lagi, jika saat ini memiliki ponsel Android yang tidak dapat diperbarui atau bersistem operasi Android 12 dan sebelumnya, pembaca pun perlu mempertimbangkan untuk beli handset dengan Android terbaru.

Jika tidak ingin menghabiskan uang terlalu banyak, demi alasan keamanan,  lebih baik jika pembaca membeli ponsel model level menengah (mid-range) selama yang dibeli telah menjalankan minimal Android 13 dan lebih tinggi. (bdm)

Komentar

Iklan