WhatsApp Hadirkan Pengaturan Akun Ketat
Jakarta, ID – WhatsApp, platform/aplikasi dan media jejaring sosial percakapan multinasional bagian dari Meta Platforms Inc asal Amerika Serikat, mengumumkan fitur baru bergaya lockdown baru yang disebut Pengaturan Akun Ketat (Tight Account Settings).
Dalam pengantar dan penjelasannya, WhatsApp menyampaikan bahwa di WhatsApp, pengguna berhak melakukan percakapan online secara privat, sama seperti yang dilakukan di kehidupan nyata.
WhatsApp pun menyebut akan selalu membela hak privasi tersebut bagi semua orang, yang dimulai dengan enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end) secara default.
Namun, WhatsApp juga menyadari bahwa beberapa pengguna, seperti jurnalis atau tokoh publik, mungkin membutuhkan perlindungan yang tinggi dari serangan siber yang jarang terjadi dan sangat canggih.
“Itulah sebabnya, kami mengumumkan fitur bergaya lockdown baru yang disebut Pengaturan Akun Ketat,” ungkap WhatApp, dikutip InfoDigital.co.id, Selasa (3/2/2026).
Jika pengguna mengaktifkan opsi tersebut, pengaturan akun (account settings) tertentu akan dikunci ke pengaturan yang paling ketat, dan akan membatasi sejumlah cara kerja WhatsApp, seperti memblokir lampiran dan media dari orang yang tidak ada di daftar kontak.
Sementara itu, pengguna WhatsApp bisa mengaktifkan Pengaturan Akun Ketat yang akan diluncurkan secara bertahap selama beberapa minggu ke depan, dengan membuka Pengaturan/Setting > Privasi/Privacy > Lanjutan/Advanced.
“Pengaturan Akun Ketat merupakan salah satu dari berbagai cara kami untuk melindungi pengguna dari ancaman siber yang paling canggih,” tambah WhatsApp.
WhatsApp pun telah meluncurkan bahasa pemrograman yang disebut Rust di balik layar untuk membantu menjaga keamanan foto, video, dan pesan dari hal-hal, seperti spyware, sehingga pengguna bisa berbagi dan obrolan dengan percaya diri.
Untuk mempelajari teknologi tersebut secara lebih mendalam, pengguna WhatsAppp bisa klik di sini. (abm)




