Infodigital.co.id

2026, Surge Bidik 3 Juta Pelanggan Residensial

Dirut Surge Yune Marketatmo. (Dok Surge)

Jakarta, ID – PT Solusi Energi Digital/Surge Tbk, emiten telekomunikasi digital milik Hashim Djojohadikusumo berkode saham WIFI, menargetkan 3 juta pelanggan residensial (homeconnect) dan 5 juta jaringan kabel tersambung ke rumah (homepass) pada akhir 2026.

“Secara operasional, target  mencapai hingga 5 juta homepass pada akhir 2026. Target mencapai 3 juta homeconnect (pelanggan) pada akhir 2026,” ujar Direktur Utama Surge Yune Marketatmo, dikutip InfoDigital.co.id, Rabu (17/12/2025).

Target Surge 2026 tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan proyeksi tahun 2025. Perseroan menargetkan homepass mencapai hingga 2,5 juta pada akhir 2025 ini.

“Peningkatannya signifikan dari 220 ribu homepass pada akhir 2024, mencerminkan eksekusi yang sangat kuat. Target mencapai 1,5 juta homeconnect pada akhir 2025,” imbuhnya.

Sementara itu, tahun 2025 hingga akhir kuartal III, Surge telah merealisasikan 1,5 juta homepass, meningkat sekitar 7 kali lipat dibandingkan setahun lalu. Pertumbuhan kuartal per per kuartal 72%, atau ada penambahan sekitar 634.000 homepass.

Homeconnect Surge pun sudah mencapai 830.000 pelanggan, bertambah lebih dari 443.000 koneksi baru secara kuartal per kuartal, atau tumbuh 114% yang mencerminkan permintaan pasar yang sangat kuat.

Perseroan memiliki infrastruktur backbone nasional melampaui 10.000 km jaringan serat optic yang menghubungkan wilayah dari Sumatra Barat hingga Papua dan memberikan fondasi yang kuat untuk skalabilitas jangka panjang.

Kinerja Keuangan

Sementara itu, pendapatan Surge meningkat signifikan menjadi Rp1,015 triliun tahun 2025 hingga 30 September 2025, tumbuh 101% dibandingkan setahun lalu (year on year/YoY).

Yune menyebut, pencapaian itu mencerminkan percepatan pesat bisnis konektivitas perseroan, khususnya layanan fiber to the home (FTTH) ke bisnis (B2B) dan konsumen ritel (B2C). Kinerja ini semakin menegaskan trajektori pertumbuhan pendapatan perseroan  lebih dari 100%.

Periode yang sama, laba bersih Surge pun mencapai Rp330 miliar, tumbuh 107% YoY. Dari jumlah tersebut, Rp261 miliar dapat diatribusikan kepada entitas induk, mencerminkan pertumbuhan 70% YoY.

Secara keseluruhan, perseroan saat ini berada dalam fase ekspansi yang padat modal yang sementara menekan profitabilitas kuartalan. Namun, perusahaan menyiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.

Pada 30 September 2025, kas dan setara kas Surge meningkat jadi Rp5,7 triliun, didukung oleh rights issue dan penarikan utang untuk mendanai ekspansi jaringan.

Di sisi lain, belanja modal (capex) perseroan mencapai Rp2,4 triliun yang dialokasikan dan difokuskan untuk perluasan jaringan dan penguatan infrastruktur. (lmm)

Komentar

Iklan